Contoh Soal Persamaan Dasar Akuntansi Perusahaan Jasa

Sahabat setelah kita belajar memahami materi akuntansi perusahaan jasa tentang Persamaan Dasar Akuntansi, Sekarang dalam artikel ini akan disampaikan Contoh soal persamaan dasar akuntansi perusahaan jasa.

contoh soal persamaan dasar akuntansi

 

Dalam contoh soal persamaan akuntansi yang akan disampaikan di artikel ini, memuat berbagai transaksi-transaksi keuangan yang terjadi dalam sebuah perusahaan jasa, dari transaksi-transaksi tersebut kemudian anda disuruh mencatat ke dalam tabel persamaan dasar akuntansi. 

Sahabat, Pada dasarnya dalam siklus akuntansi perusahaan jasa, proses pencatatan terhadap transksi keuangan yang pertama adalah pencatatan ke dalam Jurnal umum, Namun dalam pembahasan akuntansi jasa sebelum memasuki pembahasan tentang pembukuan sesuai siklus akuntansi maka pemahaman tentang persamaan dasar akuntansi harus dikuatkan dulu termasuk proses pembuatan tabel persamaan dasar akuntansi.

Salah satu untuk memperkuat pemahaman tentang persamaan dasar akuntansi yaitu dengan berlatih mengerjakan soal-soal persamaan dasar akuntansi serta berlatih mencatat pengaruh transaksi keuangan yang terjadi kedalam tabel persamaan dasar akuntansi.

Sahabat, berikut ini akan disajikan berbagai transaksi keuangan yang terjadi dalam bengkel milik pak amat yang bernama SpeedMotto, silahkan sahabat analisis transaksi tersebut dengan berpedoman pada rumus-rumus persamaan dasar akuntansi dan catatlah hasil analisisnya kedalam tabel persamaan dasar akuntansi. Silahkan berlatih ….

Contoh Soal Persamaan Dasar Akuntansi

Bengkel SpeedMotto merupakan salah satu usaha yang bergerak dibidang jasa yaitu jasa service dan reparasi sepeda motor. Pak Amat adalah pemilik bengkel tersebut. Nah berikut ini adalah beberapa transaksi keuangan yang terjadi dalam bulan Maret 2018.

  1. Pada 1 Maret 2018 Pak Amat Menginvestasikan uang tunai senilai Rp 15.000.000 untuk usaha bengkelnya ke dalam rekening Bengkel SpeedMotto. 
  2. Pada 2 Maret 2018, Bengkel SpeedMotto melakukan peminjaman uang ke bank untuk tambahan modal senilai Rp 5000.0000 
  3. Tanggal 5 Maret 2018, Bengke SpeedMoto Belanja peraltan Bengkel secara tunai senilai Rp 3000.000 
  4. Pada tanggal 8 Maret 2018 Bengkel SpedMotto Milik Pak amat membeli perlengkapan bengkel pada toko Variasi Dealer berupa Oli dan minyak rem untuk sepeda motor secara kredit senilai Rp. 250.000.
  5. Tanggal 15 Maret 2018, Bengkel SpeedMotto Membayar cicilan hutangnya pada toko Variasi Dealer Senilai 100.000. 
  6. Pada 16 Maret 2018 Bengkel SpeedMotto menerima Pendapatan jasa dari pelanggannya senilai Rp 1.400.000 
  7. Pada tanggal 30 Maret 2018 Bengkel SpeedMotto Membayar cicilan Utang bank Senilai Rp 200.000 
  8. Beban -beban yang dibayarkan bengkel SpeedMotto hinga 31 Maret senilai Rp 900.000 dengan rincian : beban gaji Rp 500.000, beban Listrik dan air Rp 300.000 dan beban lain-lain Rp 100.000 
  9. Pada tanggal 31 Maret 2018, Pak Amat selaku pemilik bengkel menarik uang kas dari bengkel SpeedMotto Untuk kepentingan pribadi senilai Rp 150.000.
  10. Pada Tanggal 31 Maret 2018 diketahui bahwa perlengkapan bengkel yang masih tersisa hingga akhir maret 2018 yaitu Rp 25.000 dan akumulasi penyusutan peralatan bengkel ditetapkan senilai Rp 90.000

Sahabat, setelah anda baca dan pahami satu persatu transaksi diatas, silahkan anda mencoba menganalisa pengaruh transaksi-transaksi tersebut terhadap Harta, Hutang, dan modal, lalu catatlah hasilnya kedalam tabel persamaan dasar akuntansi. 

Ada yang masih kesulitan? Jika anda masih kesulitan silahkan sampaikan dalam komentar. 

Demikianlah Contoh Soal Persamaan Dasar Akuntansi yang dapat kami sajikan untuk anda, semoga contoh soal ini bisa anda manfaatkan untuk berlatih atau mengasah kemampuan anda dalam menganalisa pengaruh transaksi keuangan terhadap elemen-elemen laporan keuangan Harta, Utang dan Modal dengan baik

Referensi: https://www.akuntansidasar.com

Pengertian Manajemen Berbasis Sekolah dan Tujuannya MBS

Manajemen berbasis sekolah (MBS) mungkin masih menjadi hal yang membingungkan bagi sebagian orang. Zaman yang makin berkembang ini memang semakin banyak hal yang diperbaharui dan muncul dalam model atau metode pembelajaran serta pengaturan sebuah instansi khususnya sekolah.

Manajemen Berbasis Sekolah

 

Nah bagi anda yang masih merasa kebingungan dengan metode manajemen baru yang sudah banyak diterapkan di sekolah-sekolah tidak perlu khawatir, karena melalui artikel ini akan kami berikan ulasan lengkap dan detail khusus untuk anda. Untuk lebih jelasnya langsung saja simak ulasannya di bawah ini.

Pengertian tentang MBS (manajemen berbasis sekolah)

Manajemen sebenarnya memiliki jenis yang sangat banyak, namun kami akan menguraikan salah satu jenis manajemen sekolah yang mulai banyak diterapkan di sekolah-sekolah.

Manajemen berbasis sekolah sendiri merupakan sebuah model untuk pengelolaan sekolah yang dengan total memberikan otonomi atau wewenang yang lebih besar untuk sekolah sendiri. Wewenang tersebut diberikan kepada seluruh warga sekolah termasuk kepala sekolah, wali siswa juga tokoh-tokoh masyarakat yang bersangkutan sebagai langkah dalam meningkatkan mutu sekolah yang didasarkan pada kebijakan yang diberlakukan oleh pendidikan nasional dan juga perundang-undangan yang bersangkutan.

Tujuan manajemen berbasis sekolah

Menyimak ulasan di atas tentunya membuat anda semakin penasaran dengan manajemen berbasis sekolah tersebut. Untuk itu sekarang kami uraian tujuan utama dari model pengaturan sekolah yaitu, untuk meningkatkan kinerja sekolah agar lebih baik melalui pemberian kewenangan yang besar tersebut.

Agar sekolah dapat dengan maksimal mengurus sekolahnya dengan baik namun tetap pada aturan dan kebijakan pendidikan nasional. Membantu sekolah meningkatkan kinerjanya yang mana meliputi kualitas, efisiensi, produktivitas, efektivitas juga inovasi untuk pendidikan sekolah tersebut.

Langkah pelaksanaan manajemen berbasis sekolah (MBS)

Setelah anda mengetahui dengan baik pengertian dan tujuan manajemen berbasis sekolah tersebut, maka sekarang akan kami berikan langkah pelaksanaanya secara lengkap berikut ini.

Pertama, melakukan penyempurnaan untuk peraturan, kebijakan serta ketentuan dalam bidang pendidikan daerah agar sekolah tidak hanya sebagai subordinasi birokrasi sehingga sekolah sifatnya marginal untuk dirubah menjadi unit utama.

Langkah selanjutnya menuntut seluruh warga sekolah agar dapat berperilaku sesuai MBS yang diresmikan agar bisa tercapai tujuannya. Sekolah harus memiliki motivasi diri yang tinggi sehingga keputusan tidak lagi berdasarkan keinginan birokrat sekolah.

Terakhir hubungan dengan berbagai kalangan termasuk Dinas Pendidikan kabupaten hingga provinsi atas dasar otonomi.

Dengan beberapa langkah tersebut maka manajemen akan bisa dilaksanakan. Menyimak berbagai uraian di atas pastinya membuat anda sadar jika kebijakan sekolah harusnya mandiri tidak tergantung dengan birokrat atas.

Dengan manajemen ini diharapkan menghasilkan sekolah dengan kinerja yang baik serta mandiri agar warga sekolah lebih kreatif, inovatif untuk meningkatkan mutu sekolah. Untuk itu jangan tunda lagi untuk menerapkan manajemen berbasis sekolah ini untuk hasil sekolah yang lebih baik

Pranala Luar:  https://www.infoduniapendidikan.com/